Header Ads

SUNGAI MUSI ALAMI SURUT 4 METER

Sriwijaya Radio, Palembang - Musim kemarau yang berkepanjangan yang terjadi, membuat debit air Sungai Musi yang menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, terus mengalami penyurutan.

Meski saat ini PDAM Tirta Musi tetap melakukan produksi air bersih terhadap sambungan langsung (SL) ke pelanggan, ungkap Direktur Operasional (Dirops) PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya. Hal itu jelas membuat PDAM kesulitan dalam melakukan produksi air bersih, akibat debit air yang terus mengalami penyurutan hingga 4 meter.

"Mungkin hanya PDAM Tirta Musi yang maasih tetap melakukan produksi air bersih untuk pelanggan. Namun, untuk distribusinya, kami kesulitan menentukan waktu pendsitribusian, akibat debit air Sungai Musi yang turun," jelasnya, Selasa (18/8).

Andi mengungkapkan, saat ini debit air Sungai Musi terus mengalami penurunan, jika sebelumnya penurunan debit air diangka 3 meter. Kali ini debit air dapat turun hingga 4 meter.

Akibat dari penurunan debit air di Sungai Musi yang menjadi air baku PDAM, pihakny harus mengatur waktu produksi yang biasa dilakukan siang hari. Bahkan, malam hari yang menjadi waktu air pasang, sulit dilakukan, akibat debit air baku yang juga berkurang.

"Meski produksi yang kami lakukan tidak berkurang, kami sangat kesulitan dalam melakukan produksi, karena air baku yang diambil, harus dilakukan pengelolaan ekstra, akibat air baku yang mulai keruh," imbuhnya.

Meski begitu, PDAM akan berusaha agar pemenuhan air baku tetap terpenuhi, sehingga produksi air bersih ke SL tidak berkurang.

"Kami berupaya agar produksi air tetap dapat dilakukan. Mengenai pengelolaan air baku, masih dapat dilakukan. Yang penting saat ini, kami tetap berproduksi, sehingga tidak mengecewakan pelanggan," tuturnya.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.