sponsor

sponsor

Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

PT WOM Tbk Gelar Seminar Jaminan Fidusia



Sriwijaya Radio- Palembang -9 September 2016 .  Debt Collector saat ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.  Pandangan pun beragam terhadap dept collector ada yang mengatakan buruk ada juga menganggap diperlukan untuk membantu perusahaan finance  atau leasing menyelesaikan kredit bermasalah, yang tak kunjung bisa diselesaikan oleh perusahaan.  Sebagai pihak ketiga yang diberikan tugas dengan imbalan yang sudah disepakati, tentunya para debt collector akan bekerja semaksimal mungkin.  Agar mendapatkan hasil yang baik tingkah pola para dept collector tentunya beragam, tetapi pandangan masyarakat saat ini dept collector atau yang sering di sebut DC dikategorikan seram, dan merugikan bahkan bertindak melanggar hukum  saat melakukan penagihan juga penarikan jaminan fidusia.  Atas dasar inilah pihak kepolisian memandang ini adalah sesuatu  masalah yang harus di selesaikan, sehingga dikeluarkan Peraturan Kapolri No 8. Tahun 2016. Hal ini di kemukakan Kombes. Pol. Drs. Rikwanto, M.Hum saat menghadiri  seminar yang diadakan PT Wahana Ottomitra Multiartha, siang tadi , di Hotel Horison , Palembang. “ dalam tugasnya saat eksekusi tetap dilakukan oleh pihak yang bersengketa tetapi dalam pelaksanaannya dibantu pengamanan oleh pihak kepolisian” jelasnya. Ia juga mengatakan  sangat penting menyamakan persepsi  diantara para anggota kepolisian, terkait pelaksanaan perjanjian pembiayaan dengan penyerahan fidusia, dan proses pemahaman  dilakukan secara menyeluruh kepada semua stakeholder, sehingga tercipta sinergi dalam pelaksanaan aturan fidusia di lapangan.
Sementara itu direktur WOM Finance, Njau Vido Onadi dalam sambutan di seminar dengan tema “Teknik Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia Berdasarkan Peraturan Kapolri No 8 tahun  2011” menjelaskan, kegitan seminar ini bisa memberikan pengetahuan  yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan fidusia, dan melalui seminar ini antara WOM Finance bisa terjalin kerjasama yang lebih baik lagi dengan pihak kepolisian. “ sebenarnya banyak juga pelanggaran yang dilakukan para konsumen kita, ada yang kita tagih ada juga yang tidak, tetapi intinya dalam seminar ini akan terjalin kerjasama yang baik dari WOM  Finance dan pihak Kepolisian” jelasnya.
Njau Vido Onadi juga menjelaskan, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk,  atau yang lebih dikenal dengan WOM Finance didirikan tahun 1982, dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing.  Tahun 2000 nama perusahaan ini resmi berubah menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha, dengan transformasi bisnis yang dilakukan pada sepeda motor merek jepang. Tahun 2004  WOM Finance menjadi perusahaan publik setelah melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham WOMF. Sementara itu sepanjang tahun 2016 sejumlah penghargaan telah diterima perusahaan diantaranya, kategori peringkat tiga terbaik Perusahaan Multifinance Indonesia, diajang Indonesia Multifinance Award (IMA) , yang diselenggarakan oleh majalah Economic Review yang bekerjasama dengan Perbanas Institute.  Perusahaan juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang Net Promoter Custumer Loyality Award For Motorcycle Leasing Company Category (NPS Good), dalam Indonesia Sevice Quality Award , WOM Berhasil meraih Service Quality Award Gold For Two Wheelers Leasing Company. Dan sampai dengan 30 Juni 2016, WOM Finance memiliki 7 kantor di wilayah dan didukung oleh 172 kantor jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia  dan melayani 1 juta pelanggan aktif. “bangga sekali WOM Finance banyak mendapatkan penghargaan, meski demikian kita tidak langsung merubah apa yang menjadi komitmen kita,  saat ini kita melayani 1 jutaan pelanggan aktif, dan memang pangsa pasar kita menengah kebawah, jadi kita akan konsentrasi  ke sini dulu” Ungkapnya. C’Mar

 

BPJS KESEHATAN BANYAK MANFAATNYA



Sriwijaya Radio- Palembang. Memiliki kartu BPJS Kesehatan itu sangat banyak manfaatnya, apalagi digunakan sesuai dengan peraturan yang sudah di tetapkan. Hal itu di ungkapkan Muniroh (62) warga jalan Betawi Raya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.  Menurutnya semenjak ia menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri, dirinya rutin melakukan pemeriksaan dan terapi kesehatan di RS Hermina Palembang. “ sebelum menjadi peserta BPJS Kesehatan saya tidak pernah melakukan pemeriksaan apalagi terapi, soalnya takut bayar dokter dan rumah sakitnya mahal, tetapi semenjak jadi peseta BPJS Kesehatan saya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, soalnya tidak perlu takut urusan biaya berobat” katanya. sejak rutin melakukan pemeriksaan dan terapi saat ini ia mengaku ada perubahan kesehatan dalam dirinya. “ dulu jalan sebentar saja kaki sudah terasa sakit , sekarang saya sudah bisa berjalan ke masjid dekat rumah tanpa perlu bawa tongkat” jelasnya. 
Kemudahan dan manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan juga di rasakan oleh Saliyem (60) warga jalan Swadaya, Lorong Perikanan 3 Palembang. Semenjak menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri satu tahun yang lalu dirinya merasa jauh lebih sehat. “ dulu sering sesak nafas dan merasakan sakit di dada, tetapi dianggap masuk angin biasa dan takut pergi kedokter, terus keponakan menyarankan saya menjadi peserta BPJS Kesehatan, agar penyakit saya mendapat penanganan kesehatan yang baik tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak, awalnya tidak mau karena banyak rumor yang buruk soal BPJS Kesehatan, tetapi setelah saya menjadi peserta justru yang saya rasakan adalah manfaat baiknya, apalagi saat saya harus di rawat selama delapan hari di RS Myria akibat sakit jantung, saya mendapatkan pelayanan yang baik sama dengan pasien umum lainnya” jelasnya.
Sementara itu Ratna Yusri (36) warga jalan Super Semar, lorong Kalpataru 1 , Kelurahan Pipareja Kecamatan Kemuning mengaku awalnya enggan menggunakan BPJS Kesehatan dari perusahaan suaminya, karena takut tidak dilayani, sehingga ketika berobat selalu pergi ke dokter umum dan membayar secara pribadi, tetapi justru dokter yang ia temui malah memintanya untuk menggunakan kartu BPJS kesehatan saat berobat. “ setiap berobat bayar sendiri,  tetapi dokter meminta saya untuk memanfaatkan kartu BPJS  untuk berobat, karena penyakit diabetes basah yang saya derita butuh penanganan intensif  lagi, saya mengikuti saran dokter akhirnya saya dirawat di RSMH Palembang” Jelasnya. Ia juga meminta agar masyarakat jangan langsung percaya dengan informasi negatif soal BPJS Kesehatan yang berkembang saat ini, karena menurutnya menjadi peserta BPJS Kesehatan itu lebih banyak manfaat baiknya. C’Mar

GURU WAJIB GUNAKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA PENGANTAR DISEKOLAH




Sriwijaya Radio-Palembang. Masih banyak tenaga pendidik di kota Palembang yang enggan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah. Hal ini di ungkapkan kepala Balai Bahasa  Sumatera Selatan, Aminulatif, SE, M.pd, saat  acara sosialisasi hasil pemantauan penggunaan bahasa pada lembaga pendidikan ( 18/8/2016), yang  di hadiri para guru dan pihak sekolah yang ada di Palembang. " bahasa Indonesia itu wajib digunakan oleh para guru saat mengajar di sekolah,  bahasa daerah bisa digunakan di sekolah dasar itu juga hanya kelas 1 dan 3 saja"jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini di Palembang banyak sekali bahasa Inggris merajai nama-nama tempat, jalan dan pusat perbelanjaan besar. " seharusnya pejabat daerah itu mewajibkan  menggunakan bahasa Indonesia, soalnya siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia kalau bukan kita", pintanya. C'Mar

PERPUSTAKAAN BUTUH PERHATIAN SEMUA PIHAK


Sriwijaya Radio-Palembang. Perpustakaan Provinsi Sumsel saat ini tidak memiliki banyak dana untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, atas dasar inilah perlunya dukungan dari berbagai pihak agar terus bisa mengembangkan perpustakaan. Hal ini di ungkapkan Plt Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Sumsel, Mislina SE, Selasa (9/8/2016) saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Forum Group Diskusi Kerjasama Pengembangan Perpustakaan .
Ia juga berharap para peserta diskusi yang terdiri dari lembaga pemerintahan, BUMN, Perbankan dan pihak swata lainnya juga media, bisa menyimpulkan suatu gagasan yang bisa digunakan untuk mengambil kebijakan di masa datang demi perbaikan perpustakaan. C'Mar

WIDODO : SIAPA YANG MENJAMIN KESELAMATAN GURU DAN SISWA


Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo M.pd

Sriwijaya Radio- Palembang. Agar anak tidak menjadi liar di luar karena dijemput oleh orang tua,dan anak tidak sendiri saat pulang sekolah, menjadi alasan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas sistem “ full day school” untuk  SD dan SMP. Gagasan ini ternyata mendapat banyak tanggapan dari para kalangan, ada yang setuju ada juga yang tidak.  Terkait hal ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo M.pd kepada Sriwijayaradio.com, Selasa (9/8/2016) mengatakan perlu mengkaji kembali, sebab wilayah Sumsel itu sangat luas dan ada wilayah perairan yang memang butuh perhatian kalau siswa belajar disekolah hingga jam lima sore. “ kita ini ada wilayah perairan, jangan disamakan dengan wilayah perkotaan seperti Palembang, di wilayah perairan Sumsel itu siswa sekolah ada yang menggunakan perahu ketek  , kalau sampai sore apakah itu tidak berbahaya, terus juga siapa yang menjamin keselamatan siswa dan guru kalau memang gagasan ini benar-benar diterapkan” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa belajar hingga sore hari itu dianggap tidak efisien kalau sistem belajar disekolah tidak dibenahi, karena bisa membuat anak menjadi bosan .  Dan guru juga di anggap belum siap untuk memberikan materi yang membuat para siswa tertarik mengikuti pelajaran hingga sore hari. “ untuk belajar hingga sore hari itu guru harus kreatif, agar siswa tidak bosan, apakah sekarang guru sudah siap untuk melakukan itu, jadi untuk menjalankan ini perlu ada pemilahan, kalau ada sekolah yang mampu ya silahkan, tetapi dengan perhitungan matang, tetapi saya pribadi belum sepenuhnya menyetujui gagasan ini, karena faktor keamanan harus menjadi pertimbangan utama” jelasnya. C’Mar

ADA KARTU BPJS KESEHATAN JADI MERASA SEHAT



Sriwijaya Radio-Palembang.  Guntur (48) warga jalan Rawasari, bisa lega karena sudah tidak lagi merasakan sakit  luar biasa akibat tumor usus yang ia derita.  Menurutnya berbulan-bulan ia harus merasakan sakit di perut dan susah buang air besar, tetapi sejak di operasi tiga minggu lalu di RSMH Palembang sekarang kesehatannya berangsur pulih. “ awalnya saya merasakan sakit di bagian perut, dan saya hanya memeriksakan diri ke dokter umum, tetapi sakit yang saya rasakan setiap hari semakin bertambah, dan dokter meminta saya untuk melakukan pemeriksaan lebih,  saya dan istri bingung karena takut biaya yang dikeluarkan besar, saudara saya mengatakan kalau ada kartu BPJS Kesehatan, kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut asalkan memang ada rekomendasi dari dokter, dan saya memberanikan diri untuk melakukan  pemeriksaan sampai akhirnya dioperasi tanpa biaya se rupiah pun” katanya.  Ia mengaku sudah satu tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan selama memegang kartu BPJS Kesehatan sama sekali belum pernah menggunakannya. “ selama satu tahun belum pernah menggunakan kartu BPJS Kesehatan, soalnya informasi dimasyarakat bermacam-macam, tetapi setelah saya gunakan ternyata sangat bermanfaat sekali untuk kesehatan saya” jelasnya.
 Hal serupa juga di ungkapkan oleh Arivai (44) warga jalan Dwikora Dua Palembang. Awalnya ia takut untuk memeriksakan penyakitnya apalagi tindakan operasi, tetapi saran dari rekan kerja dan keluarga akhirnya ia memiliki keberanian untuk operasi hernia di RS Hermina Palembang, dan biaya di tangung oleh BPJS Kesehatan.
Sementara Resi warga Talang Keramat, Banyuasin mengaku lega ketika anaknya Adila (2) mendapatkan perawatan di RS Hermina Palembang karena asma, hanya saja  ia sedikit mengalami kesulitan di faskes satu, “ jujur saya lega ketika anak saya mendapatkan perawatan di RS Hermina Palembang,  tetapi sedikit kecewa dengan dokter di faskes satu, tampak kurang merespon apa penyakit anak saya, saya berharap faskes satu sebagai tempat pertama untuk melakukan kesehatan itu tanggap, dan tidak membuat pasien itu mondar mandir mencari kejelasan” katanya. Ia berharap ada sedikit perubah di faskes satu jangan terlalu ketat ketika memberikan tindakan untuk pemeriksaan lebih lanjut. C’Mar