sponsor

sponsor

Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

MIHUN IWAK MAKANAN BINGEN YANG TERLUPAKAN



Sriwijaya Radio – Palembang.  Kalau mie celor sebagian besar masyarakat Palembang sudah pernah mencoba merasakan, karena memang mie celor banyak yang menjualnya dan gampang di temui.  Tetapi pernahkan mencoba  mihun iwak?,  mihun iwak merupakan salah satu makanan tradisional kota Palembang, tetapi tidak semua masyarakat kota Palembang mengenal makanan ini. Karena sudah tergolong langka, dan sangat sulit untuk ditemui.  Emak Farah  salah satu pengusaha kuliner di Palembang, mencoba mengenalkan lagi  mihun iwak  di Festival Kuliner Sriwijaya beberapa waktu lalu di BKB. Menurutnya saat ia menjual mihun iwak banyak masyarakat Palembang yang heran dengan makan berbahan dasar sagu dan ikan gabus ini, bahkan sebagian mengaku belum pernah mencobanya. “ kita sengaja jual mihun iwak di Festival Kuliner tujuannya untuk memperkenalkan kembali makanan bingen Palembang, maklum mihun iwak ini memang susah di temui, bahkan yang jual di Palembang ini hanya ada di kawasan 3 dan 5 Ulu ” Jelasnya. Ia juga mengatakan bahan dasar mihun iwak ini sama dengan pempek dan tekwan, begitu juga dengan kuahnya, yang membedakan adalah proses pembuatannya, karena mihun iwak ini harus di rendam dengan air matang  kurang lebih dua jam, kemudian di kukus agar lebih empuk.  “ jujur saat menghadirkan mihun iwak di Festival Sriwijaya sedikit bangga, karena banyak yang ingin tau makanan ini, dan Alhamdulilah yang beli juga banyak, sehari kita bisa jual lebih dari 30 porsi dengan harga satu porsi 15 ribu rupiah.” Katanya. Selain menjual dalam bentuk basah , ia juga menjual mihun iwak kering, hal ini dimaksudkan agar masyakarat bisa membawa dan mencicipi lagi mihun iwak tanpa takut basi. C’Mar

S

PANGKAS PROSEDUR PELAYANAN, RS WAJIB TERIMA PASIEN YANG SEDANG MUDIK




Sriwijaya Radio-Palembang. Tahun ini para peserta JKN-KIS bisa berlega, pasalnya  BPJS Kesehatan menerapkan  kebijakan khusus terkait  prosedur pelayanannya, sebab  sejak H-7 hingga H+7 hari raya Idul Fitri tahun 2016,  BPJS Kesehatan mempermudah prosedur pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS ( Kartu Indonesia Sehat, Kartu BPJS Kesehatan, Kartu Askes, Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jamkesmas) yang sedang mudik lebaran. Ini dimaksudkan agar peserta BPJS kesehatan atau pemegang kartu JKN-KIS bisa berobat diluar wilayah tanpa harus melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat. Untuk prosedurnya peserta BPJS Kesehatan bisa langsung mengunjungi IGD rumah sakit terdekat yang di tunjuk oleh kantor cabang. Hal ini di ungkapkan Kepala  BPJS Kesehatan Divisi Regional III Sumbagsel, Fachrurrazi, pagi tadi ( 29/6), saat bertemu dengan media cetak dan elektronik di kantor BPJS Kesehatan Cabang Palembang. Menurutnya  kebijakan pemangkasan prosedur ini hanya berlaku bagi para peserta BPJS Kesehatan yang berstatus aktif, ia juga menegaskan  selama peserta BPJS Kesehatan mengikuti prosedur dan ketentuan yang sudah di tetapkan, tindakan medis yang diperoleh berdasarkan pemeriksaan dokter, maka fasilitas kesehatan tidak diperkenankan meminta biaya dari peserta. “ ini harus dipertegas, bahwa peserta BPJS Kesehatan yang melakukan  sesuai dengan prosedur, sangat tidak diperkenankan pihak rumah sakit atau fasilitas kesehatan meminta biaya dengan pasien, apabila ada kejadian seperti ini segera laporkan ke BPJS Kesehatan” tegasnya.  Informasi berkaitan dengan pemangkasan prosedur ini sendiri telah di sosialisasikan terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit agar tidak jadi kesalahan.  Bahkan untuk mempermudah peserta, BPJS Kesehatan juga membuka pusat layanan informasi 24 Jam di nomor 1500400, sementara untuk informasi  daftar fasilitas kesehatan dan Hotline Service bisa dilihat di website BPJS Kesehatan.
Sementara  pola penanganan kasus kecelakaan, untuk kecelakaan ganda yang akan menjamin adalah Jasaraharja. Tetapi seandainya terjadi kecelakaan tunggal ditanggung oleh PT.Taspen  apabila korban adalah PNS, kalau korban pekerja penerima upah yang menjamin adalah BPJS Ketenagakerjaan, kalau peserta JKN-KIS yang menjamin adalah BPJS Kesehatan. “ semua ini harus dilengkapi dengan surat menyurat dari pihak terkait seperti Kepolisian”. Jelasnya.
Ia juga mengimbau para peserta yang mudik harus membawa kartu JKN-KIS, agar mempermudah untuk melakukan atau mendapatkan pelayanan kesehatan. “ yang mudik saya minta jangan lupa membawa kartu JKN-KIS, dan kalau bisa ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatn agar datang ke rumah sakit tipe C atau D, hal ini agar rumah sakit tipe B bisa memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat lebih berat, tetapi seandainya saat sakit atau kecelakaan di wilayah yang dekat dengan rumah sakit tipe B , peserta diminta untuk langsung kerumah sakit tersebut” jelasnya. C’Mar


SETIAP HARI RATUSAN WARGA PALEMBANG AMBIL FORMULIR BPJS KESEHATAN



Sriwijaya Radio- Palembang.  Ratusan orang setiap hari mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Utama Palembang mengambil formulir untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.  Hal ini dikarenakan makin banyaknya orang yang merasakan manfaat ketika menjadi peserta BPJS Kesehatan. Terlebih BPJS Kesehatan setiap saat terus melakukan pembenahan, memaksimalkan pelayanan dalam segala hal, mulai terus menambah rekanan rumah sakit juga faskes tingkat pertama. 
Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama Palembang, Candra Budiman mengatakan, saat ini mulai ada kemudahan untuk mengajak masyarakat agar menjadi peserta BPJS Kesehatan,  ini dikarenakan masyarakat sudah mulai mengerti dan tahu keuntungan positif menjadi peserta BPJS Kesehatan. “ sekarang masyarakat sudah mulai tau manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan, setiap hari kantor kita didatangi ratusan orang untuk mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan, tetapi meski masyarakat mulai mengerti keuntungan menjadi peserta BPJS Kesehatan, tetap saja terus mensosialisasikan kepesertaan ini” jelasnya.
Meski BPJS Kesehatan terus mendapatkan kritikan, ternyata tetap membuat masyarakat tertarik untuk menjadi peserta, karena banyak manfaat yang didapat untuk masalah kesehatan.  Suryani (55) warga Jalan Betawi Raya, Kecamatan Sematang Borang, sudah dua tahun menjadi peserta BPJS Mandiri Kelas I, awalnya ia mengaku merasa membuang  uang dengan cuma-cuma karena tidak pernah menggunakan kartunya untuk berobat, tetapi awal bulan April tahun 2016 lalu dirinya sakit dan terpaksa harus dirawat dirumah sakit Hermina Palembang, tetapi karena sudah menjadi peserta  dirinya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan karena sudah ditanggung BPJS Kesehatan. “ jujur saya takut saat menggunakan kartu BPJS ketika sakit beberapa waktu lalu, soalnya banyak bilang kalau sakit gunakan BPJS Kesehatan tidak dilayani atau apalah, tetapi ketika saya kemarin menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk perawatan, tidak ada kendala, saya dilayani dengan baik dirumah sakit, dan selama dirawat sedikitpun tidak mengeluarkan uang” jelasnya.
Hal senada juga dirasakan Evi (41), warga Bukit Besar Palembang, menurutnya sejak menjadi peserta BPJS Kesehatan dirinya dan suami tidak perlu khawatir kalau ada keluarga yang sakit, sebab dulu dirinya sering mengambil tabungan uang untuk mengobati anaknya yang masih berusia 10 tahun karena sering di rawat akibat penyakit tifus yang diderita. “ anak saya yang nomor dua sering sekali harus mendapatkan perawatan dirumah sakit karena penyakit tifusnya, tahun lalu dua kali, dan biaya perawatan mahal, jadi kami harus menguras uang tabungan bahkan meminjam dengan tetangga, tetapi Alhamdulilah semenjak jadi peserta BPJS kesehatan saya dan suami tenang tidak perlu utang sana sini soalnya biaya perawatan dan obat-obatan sudah ditanggung BPJS Kesehatan” ujarnya.
Lain lagi dengan Uci Suci Wati (35) Warga Sialang, Sako, dia sengaja dengan sadar menjadi peserta BPJS Kesehatan hanya karena ingin menolong orang-orang yang sakit, dan ia merasa dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan ia bisa membantu tanpa perlu harus datang kerumah yang bersangkutan, “ mungkin apa yang saya lakukan ini dianggap sebagian orang terlalu berlebihan atau apalah, tetapi saya sengaja menajdi peserta BPJS Kesehatan ini karena secara sadar ingin bantu orang yang sakit, soalnya kan memang BPJS Kesehatan ini gotong royong, ya jadi saya ingin bergotong royong” Jelasnya. C’Mar

PASAR MURAH RAMADHAN DISERBU WARGA



 


Sriwijaya Radio- Palembang. Pasar murah Ramadhan yang diselenggaraakan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel,  bekerjasama dengan TP PKK dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel juga Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, di serbu warga. Pasar murah Ramadhan ini digelar di halaman kantor Gubernur Sumsel dan dilaksanakan dari tanggal 15-16 Juni 2016.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Permana, mengatakan, harga di pasar murah ini dibawah harga pasaran.  Seperti harga daging dipasar tradisional masih berkisar Rp 130 perkilonya, di pasar murah ini hanya Rp 80 perkilo.  “ semua kebutuhan pokok yang kita jual di pasar murah Ramadhan ini memang sangat murah, gula dipasar masih dijual Rp 16 ribu perkilo, disini kita jual hanya Rp 12 perkilo, intinya semua kebutuhan pokok yang ada disini lebih murah dan kita sediakan banyak, masyarakat bisa membeli” jelasnya.
Dari pantauan dilapangan warga sudah memadati pasar murah ini sejak pagi hari, mereka berharap bisa mendapatka kebutuhan mereka tanpa perlu antrian panjang.  Dona salah satu pengunjung pasar murah ini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini, dan sengaja membawa uang cukup banyak agar bisa membeli kebutuhan pokok seperti gula, gandum, beras juga telur “ sengaja datang kesini pagi-pagi dari Lemabang, biar bisa dapet bahan yang dibutuhkan tanpa perlua ngantri, saya beli gula, gandum, minyak, telur untuk persiapan buat kue lebaran, lumayan harganya bisa beda 3 ribuan dari pasar” katanya.
Pasar murah Ramadhan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki,  dan Ia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini semuanya mengalami kenaikan harga. C’Mar