Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

WARGA BINAAN LAPAS WANITA BUAT SONGKET HANDMADE


LAPAS WANITA PALEMBANG SUDAH HAMPIR OVER KUOTA


ANTONIUS SUMBANG LEGO SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II UNTUK SUMSEL

Sriwijaya Radio, Palembang - Sebanyak 34 pasang putra putri perwakilan seluruh provinsi di Indonesia, berlaga membuat karya seni kriya, dengan tema mainan tradisional, di SMAN 1 Palembang, yang merupakan salah satu perlombaan dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Palembang.

Salah satu peserta putri dari Provinsi Jambi, Nova Riyanti memamerkan hasil karya berupa Congklak Resam, yakni congklak berbentuk Angsa yang merupakan ikon kota Jambi, yang dibuat dari tanaman resam yang dianyam sedemikian rupa. Biji congklak yang ia gunakan yakni biji pohon sago, yang berwarna merah terang.

"Resam sendiri harus terus direndam, supaya bisa dibentuk. Kalau kering, resam akan patah. Selain itu, resam sulit didapat karena harus ke hutan dulu untuk mengambilnya," papar Nova.

Sumsel sendiri mengirimkan dua wakil terbaiknya, yakni Indah Dika Laria, siswi SMAN 1 Palembang, dan Antonius, siswa kelas IX SMAN 9 Palembang. Indah membuat congklak yag dibuat berukir unik dan bisa dilipat, sementara Antonius membuat lego berbentuk figur Sultan Mahmud Badaruddin II.

"Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan salah satu pencetus sejarah peradaban kota Palembang. Maka dengan lego ini, saya yakin bisa membanggakan Palembang dan Sumsel dikancah nasional," harap Antonius.

Lego sendiri didominasi dengan warna kuning dan merah, dan digambar di setiap sisinya dengan ukiran khas Palembang.

Selain lomba seni kriya yang diadakan selama 2 hari, di SMAN 1 juga diadakan Lomba Cipta Puisi dan Baca Puisi tingkat SMA.

"Secara umum, penilaian didasarkan kepada orisinalitas, kegunaan kriya, fungsi ekonomis karena berkaitan dengan ekonomi kreatif, dan mengutamakan potensi lokal dari daerah masing-masing," ujar Cecilia Devita Andini, penanggungjawab FLS2N direktorat Pembinaan tingkat SMA/ SMK.

Nantinya, semua seni kriya akan dipajang di ruang pameran Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

Perwakilan seni kriya Sumsel kategori Putri, Indah Dika Laria, 

LOMBA SENI KRIYA FLS2N BERTEMAKAN MAINAN TRADISIONAL


PEMBERIAN BANTUAN KURSI RODA DISDIKPORA KOTA PALEMBANG


HARNOJOYO : BANTUAN PENDIDIKAN HARUS BERKELANJUTAN


RIZKI DARMAWAN SENANG DAPAT KURSI RODA

Sriwijaya Radio, Palembang - Anak-anak cacat fisik dan tun rungu diberikan kursi roda dan alat bantu dengar, yang diserahkan secara simbolis oleh Plt Walikota Palembang, H Harnojoyo, di halaman Disdikpora Kota Palembang. Dalam penyerahan ini, diserahkan pula bantuan beras, mie instan dan uang tunai kepada puluhan siswa-siswi korban kebakaran 3-4 Ulu beberapa waktu lalu.

Salah satu bocah yang memang cacat fisik sejak lahir (tidak memiliki kedua kaki), M Rizki Darmawan (7), anak dari Lurah, tersipu saat Tim Sriwijaya Radio menanyakan kursi roda barunya.

"Iya senang punya kursi roda," ujar siswa kelas 1 SDN 130 ini polos, seraya mengelus pinggiran kursi dengan girang.

Sementara sang ibu, Lurah, mengaku bersyukur anaknya bisa leluasa bergerak disekolah, dengan adanya kursi roda ini.

"Selama di sekolah, dia (Rizki, red) selalu saya pantau, karena hanya bisa duduk di kelas saja. Dengan kursi ini, dia bisa bermain," terangnya.

Pemberian bantuan ini dalam rangka menyalurkan hasil sumbangan siswa dan guru se-Kota Palembang, yang mencapai angkat Rp 160 juta hanya dalam waktu 1 minggu.

"Dan kita berharap bantuan seperti ini bisa terus dilancarkan, agar bisa menyentuh semua siswa yang membutuhkan uluran tangan kita semua," papar Plt Walikota Palembang, H Harnojoyo.

Senada dengan Harno, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga kota Palembang, Ahmad Zulinto juga mengapresiasi tanggapnya siswa dan guru se-Kota Palembang dalam memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

"Total sumbangan uang sebanyak Rp 160 juta, sudah disalurkan ke sasaran yang tepat. Selain bantuan hari ini, sudah kami salurkan juga sebanyak Rp 30 juta untuk Nurul, pengidap tumor ganas yang menyebabkan kakinya harus diamputasi," papar Zulinto.

Nantinya, anak-anak cacat yang diberikan kursi roda tersebut, juga akan diberikan meja khusus di kelasnya, agar kursi roda bisa nyaman digunakan didalam kelas.

Zulinto juga menjelaskan, anak cacat fisik juga berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya.

"Sekolah tidak boleh menolak mereka, karena sudah jelas, mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dari sekolah umum mana saja," tegas nya.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

Rizki bercengkrama dengan sang ibu, Lurah