sponsor

sponsor

Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

GURU WAJIB GUNAKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA PENGANTAR DISEKOLAH




Sriwijaya Radio-Palembang. Masih banyak tenaga pendidik di kota Palembang yang enggan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah. Hal ini di ungkapkan kepala Balai Bahasa  Sumatera Selatan, Aminulatif, SE, M.pd, saat  acara sosialisasi hasil pemantauan penggunaan bahasa pada lembaga pendidikan ( 18/8/2016), yang  di hadiri para guru dan pihak sekolah yang ada di Palembang. " bahasa Indonesia itu wajib digunakan oleh para guru saat mengajar di sekolah,  bahasa daerah bisa digunakan di sekolah dasar itu juga hanya kelas 1 dan 3 saja"jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini di Palembang banyak sekali bahasa Inggris merajai nama-nama tempat, jalan dan pusat perbelanjaan besar. " seharusnya pejabat daerah itu mewajibkan  menggunakan bahasa Indonesia, soalnya siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia kalau bukan kita", pintanya. C'Mar

PERPUSTAKAAN BUTUH PERHATIAN SEMUA PIHAK


Sriwijaya Radio-Palembang. Perpustakaan Provinsi Sumsel saat ini tidak memiliki banyak dana untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, atas dasar inilah perlunya dukungan dari berbagai pihak agar terus bisa mengembangkan perpustakaan. Hal ini di ungkapkan Plt Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Sumsel, Mislina SE, Selasa (9/8/2016) saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Forum Group Diskusi Kerjasama Pengembangan Perpustakaan .
Ia juga berharap para peserta diskusi yang terdiri dari lembaga pemerintahan, BUMN, Perbankan dan pihak swata lainnya juga media, bisa menyimpulkan suatu gagasan yang bisa digunakan untuk mengambil kebijakan di masa datang demi perbaikan perpustakaan. C'Mar

WIDODO : SIAPA YANG MENJAMIN KESELAMATAN GURU DAN SISWA


Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo M.pd

Sriwijaya Radio- Palembang. Agar anak tidak menjadi liar di luar karena dijemput oleh orang tua,dan anak tidak sendiri saat pulang sekolah, menjadi alasan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas sistem “ full day school” untuk  SD dan SMP. Gagasan ini ternyata mendapat banyak tanggapan dari para kalangan, ada yang setuju ada juga yang tidak.  Terkait hal ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo M.pd kepada Sriwijayaradio.com, Selasa (9/8/2016) mengatakan perlu mengkaji kembali, sebab wilayah Sumsel itu sangat luas dan ada wilayah perairan yang memang butuh perhatian kalau siswa belajar disekolah hingga jam lima sore. “ kita ini ada wilayah perairan, jangan disamakan dengan wilayah perkotaan seperti Palembang, di wilayah perairan Sumsel itu siswa sekolah ada yang menggunakan perahu ketek  , kalau sampai sore apakah itu tidak berbahaya, terus juga siapa yang menjamin keselamatan siswa dan guru kalau memang gagasan ini benar-benar diterapkan” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa belajar hingga sore hari itu dianggap tidak efisien kalau sistem belajar disekolah tidak dibenahi, karena bisa membuat anak menjadi bosan .  Dan guru juga di anggap belum siap untuk memberikan materi yang membuat para siswa tertarik mengikuti pelajaran hingga sore hari. “ untuk belajar hingga sore hari itu guru harus kreatif, agar siswa tidak bosan, apakah sekarang guru sudah siap untuk melakukan itu, jadi untuk menjalankan ini perlu ada pemilahan, kalau ada sekolah yang mampu ya silahkan, tetapi dengan perhitungan matang, tetapi saya pribadi belum sepenuhnya menyetujui gagasan ini, karena faktor keamanan harus menjadi pertimbangan utama” jelasnya. C’Mar

ADA KARTU BPJS KESEHATAN JADI MERASA SEHAT



Sriwijaya Radio-Palembang.  Guntur (48) warga jalan Rawasari, bisa lega karena sudah tidak lagi merasakan sakit  luar biasa akibat tumor usus yang ia derita.  Menurutnya berbulan-bulan ia harus merasakan sakit di perut dan susah buang air besar, tetapi sejak di operasi tiga minggu lalu di RSMH Palembang sekarang kesehatannya berangsur pulih. “ awalnya saya merasakan sakit di bagian perut, dan saya hanya memeriksakan diri ke dokter umum, tetapi sakit yang saya rasakan setiap hari semakin bertambah, dan dokter meminta saya untuk melakukan pemeriksaan lebih,  saya dan istri bingung karena takut biaya yang dikeluarkan besar, saudara saya mengatakan kalau ada kartu BPJS Kesehatan, kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut asalkan memang ada rekomendasi dari dokter, dan saya memberanikan diri untuk melakukan  pemeriksaan sampai akhirnya dioperasi tanpa biaya se rupiah pun” katanya.  Ia mengaku sudah satu tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan selama memegang kartu BPJS Kesehatan sama sekali belum pernah menggunakannya. “ selama satu tahun belum pernah menggunakan kartu BPJS Kesehatan, soalnya informasi dimasyarakat bermacam-macam, tetapi setelah saya gunakan ternyata sangat bermanfaat sekali untuk kesehatan saya” jelasnya.
 Hal serupa juga di ungkapkan oleh Arivai (44) warga jalan Dwikora Dua Palembang. Awalnya ia takut untuk memeriksakan penyakitnya apalagi tindakan operasi, tetapi saran dari rekan kerja dan keluarga akhirnya ia memiliki keberanian untuk operasi hernia di RS Hermina Palembang, dan biaya di tangung oleh BPJS Kesehatan.
Sementara Resi warga Talang Keramat, Banyuasin mengaku lega ketika anaknya Adila (2) mendapatkan perawatan di RS Hermina Palembang karena asma, hanya saja  ia sedikit mengalami kesulitan di faskes satu, “ jujur saya lega ketika anak saya mendapatkan perawatan di RS Hermina Palembang,  tetapi sedikit kecewa dengan dokter di faskes satu, tampak kurang merespon apa penyakit anak saya, saya berharap faskes satu sebagai tempat pertama untuk melakukan kesehatan itu tanggap, dan tidak membuat pasien itu mondar mandir mencari kejelasan” katanya. Ia berharap ada sedikit perubah di faskes satu jangan terlalu ketat ketika memberikan tindakan untuk pemeriksaan lebih lanjut. C’Mar

TENANG SEJAK PUNYA KARTU BPJS KESEHATAN




Sriwijaya Radio- Palembang. Sejak di hadirkan oleh pemerintah, BPJS Kesehatan langsung menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi sebagai jaminan kesehatan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang antusias mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan di beberapa kantor-kantor BPJS Kesehatan yang tersebar di semua wilayah Indonesia.
BPJS Kesehatan hadir 1 Januari 2014 memang membawa perubahan baru bagi masyarakat Indonesia, walaupun banyak yang menganggap masih memiliki kelemahan. Tetapi pemerintah terus berupaya menjadikan asuransi plat merah ini menjadi lebih baik untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat mulai dari pelayanan hingga fasilitas.
“ sekarang semenjak punya kartu BPJS Kesehatan kalau anak sakit tidak bingung lagi, apalagi saya ini hanya seorang buruh las mana bisa masukin anak dan keluarga ke asuransi swasta, untuk makan saja susah” ujar Muhammad karim (45), warga jalan Kompral Amin 1.  Ia mengaku saat anaknya M Alif Ibrahim (7) sakit dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, dia tidak perlu mengeluarkan uang tabungan untuk membayar biaya perobatan sebab sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan. “ anak saya  yang kecil bulan Januari, tahun 2015, selama tujuh hari dirawat di RS Bayangkara karena DBD, selama dirawat mendapatkan pelayanan yang baik, senangnya pas sehat dan diperbolehkan pulang, saya tidak mengeluarkan uang sama sekali” katanya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh  Winoyo (55), warga jalan Ganda Subrata Rt 31, RW 06, Ponorogo Sukarami Palembang. Saat anaknya  Eka Intan Wijaya (15) dirawat di RS Bunda akibat DBD, dirinya juga tidak mengeluarkan uang biaya perawatan, karena ia menggunakan BPJS Kesehatan sesuai prosedur. “ BPJS Kesehatan saya kelas II, saya minta sesuai dengan kelas nya, ya syukurlah bisa dirawat dengan baik di RS Bunda” katantya.
Kemudahan dan ke baikan BPJS Kesehatan juga di rasakan oleh Megawati (43), warga jalan Perdamaian, Sukabakti II, Rt 52 Sukarami Palembang. , saat anaknya yang nomor dua Feti Asmery (19) harus dioperasi karena mengalami  kelainan jantung di RS Cipto Mangun Kusumo, selama tujuh hari dirinya tidak terlalu gusar untuk mempersiapkan biaya operasi yang mahal, semuanya sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan. “ waktu itu saya bingung pas tau anak saya harus di operasi di RS Cipto Mangun Kusumo, Jakarta,  kan belum pernah menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan takut sekali , soalnya banyak yang bilang susah mendapatkan pelayanan sampai ada selisih biaya, pas berangkat ke Jakarta sempat meminjam uang dengan kerabat untuk pegangan semisal ada biaya, tetapi saat selesai operasi dan diperbolehkan pulang luar biasa leganya, karena biaya yang mahal itu ditanggung semua oleh BPJS Kesehatan, kebetulan kita peserta kelas I, saat dirawat juga anak saya mendpatkan fasilitas sama” jelasnya.
Kelebihan dari BPJS Kesehatan adalah biaya iuran yang murah dan bisa di jangkau oleh masyarakat juga pemilik usaha, tetapi meski murah masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan yang baik dan fasilitas bagus di rumah sakit milik pemerintah atau juga swasta yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Palembang Diah Sofiawati, S.Si, Apt, mengatakan  semua biaya perawatan pasien peserta BPJS Kesehatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, asalalkan digunakan sesuai dengen kelasnya. “ semua akan ditanggung asalkan  sesuai peraturan, dan  tidak memilih kelasnya sendiri di rumah sakit, tetapi semisal si pasien adalah peserta BPJS Kesehatan kelas tiga tetapi memilih ruangan di rumah sakit kelas dua atau lainnya, ya selisihnya harus bayar pribadi. Jelasnya. C’Mar

MIHUN IWAK MAKANAN BINGEN YANG TERLUPAKAN



Sriwijaya Radio – Palembang.  Kalau mie celor sebagian besar masyarakat Palembang sudah pernah mencoba merasakan, karena memang mie celor banyak yang menjualnya dan gampang di temui.  Tetapi pernahkan mencoba  mihun iwak?,  mihun iwak merupakan salah satu makanan tradisional kota Palembang, tetapi tidak semua masyarakat kota Palembang mengenal makanan ini. Karena sudah tergolong langka, dan sangat sulit untuk ditemui.  Emak Farah  salah satu pengusaha kuliner di Palembang, mencoba mengenalkan lagi  mihun iwak  di Festival Kuliner Sriwijaya beberapa waktu lalu di BKB. Menurutnya saat ia menjual mihun iwak banyak masyarakat Palembang yang heran dengan makan berbahan dasar sagu dan ikan gabus ini, bahkan sebagian mengaku belum pernah mencobanya. “ kita sengaja jual mihun iwak di Festival Kuliner tujuannya untuk memperkenalkan kembali makanan bingen Palembang, maklum mihun iwak ini memang susah di temui, bahkan yang jual di Palembang ini hanya ada di kawasan 3 dan 5 Ulu ” Jelasnya. Ia juga mengatakan bahan dasar mihun iwak ini sama dengan pempek dan tekwan, begitu juga dengan kuahnya, yang membedakan adalah proses pembuatannya, karena mihun iwak ini harus di rendam dengan air matang  kurang lebih dua jam, kemudian di kukus agar lebih empuk.  “ jujur saat menghadirkan mihun iwak di Festival Sriwijaya sedikit bangga, karena banyak yang ingin tau makanan ini, dan Alhamdulilah yang beli juga banyak, sehari kita bisa jual lebih dari 30 porsi dengan harga satu porsi 15 ribu rupiah.” Katanya. Selain menjual dalam bentuk basah , ia juga menjual mihun iwak kering, hal ini dimaksudkan agar masyakarat bisa membawa dan mencicipi lagi mihun iwak tanpa takut basi. C’Mar

S