sponsor

sponsor

Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

RS HERMINA AKAN TERUS DUKUNG PROGRAM JKN

dr.Reny Puspita, MARS, Manajer Pelayanan Medis, RS Hermina Palembang



Sejak di gulirkannya program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN  oleh pemerintah dengan wujud BPJS kesejatan , bulan Januari 2014, banyak rumah sakit yang masih menimbang-nimbang untuk bisa ikut mensukseskan progran ini , dan enggan bergabung menjadi rumah sakit rekanan BPJS Kesehatan, alasannya takut rumah sakit mereka dipenuhi pasien berobat geratis juga mengalami kerugian akibat telat pembayaran.  Rupanya hal demikian tidak berlaku bagi RS Hermina  Palembang, karena bulan Agustus 2014 langsung mendukung program pemerintah dengan menerima pasien peserta BPJS kesehatan untuk rawat jalan juga rawat inap.
Menurut dr.Reny Puspita, MARS, Manajer Pelayanan Medis RS Hermina, saat ini hampir 60-70 persen pasien baik rawat jalan maupun  rawat iniap di RS hermina adalah pasien peserta BPJS Kesehatan                “ sehari itu RS Hermina menerima pasien rawat jalan sekitar 550 orang, nah 60-70 persennya pemegang asuransi BPJS Kesehatan” jelasnya.  Ia juga mengatakan kalau hermina menerima semua pasien pemegang asuransi BPJS kesehatan baik kelas 1,2,3  hingga peserta PBI, dan semuanya itu mendapatkan pelayanan yang sama tanpa ada pembedaan perlakuan. “ semua kita layani tanpa ada pembedaan karena memang dari awal kita komitmen untuk membatu pemerintah mendukung program kesehatan bagi masyarakat, ”katanya.
Selama menjadi rumah sakit mitra BPJS kesehatan tidak menemukan kendala terutama klaim pembayaran, hanya saja banyak menemukan permasalahan dengan para pemegang kartu BPJS Kesehatan.  Menurutnya banyak para peserta yang tidak mengerti aturan untuk menggunakan asuransi milik pemerintah ini, dan banyak pasien yang langsung datang kerumah sakit untuk dirawat tanpa membawa rujukan atau keterangan medis dari faskes 1 atau dokter keluarga. “ banyak pasien yang tidak mengerti aturan menggunakan asuransi BPJS Kesehatan, mereka datang menemui dokter dan minta segera untuk dirawat inap, itu tentunya tidak boleh karena ada aturannya untuk dilakukan rawat inap, sementara ketika kita edukasi si pemegang kartu marah-marah sama petugas kita, malah kelakuan pasien ada yang lebih ekstrim lagi, dia sudah layak untuk dirawat inap, tetapi ruangan kita penuh, keluarga pasien menerobos memeriksa semua ruangan mencari kamar yang kosong, padahal sudah kita rujuk kerumah sakit lain tapi mereka ngotot, perlakuan ini tentunya sangat tidak kita terima karena bisa merugikan pasien lain” jelasnya.
Apapun perlakuan pasien atau juga keluarga pasien terhadap RS Hermina menurutnya tetap diterima meski kadang pihak keamanan harus turun tangan, karena memamang masih banyak peserta pemegang kartu BPJS Kesehatan yang tidak mengerti, untuk itulah ia berharap BPJS Kesehatan mengedukasi juga para peserta agar lebih mengerti alurnya. “ edukasi seharusnya juga dilakukan oleh BPJS Kesehatan sebab pasien yang tidak mengerti menggunakan Kartu BPJS itu justru akan merugikan dirinya sendiri, selain itu bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak membayar iuran, lebih di perhatikan lagi, karena saat klaim sering juga menjadi kendala” jelasnya. C’Mar

TEH SOSRO PENGEN LEBIH KENAL SRIWIJAYA RADIO



 


  Sriwijaya Radio- Palembang,“ namanya makanan semua ya, ada pempek dak becuko apo lemaknyo, ada pindang patin, ada juga model tekwan masem pedes, aduh jadi kepingin makan nih”  kata Devyana tarigan selaku Marketing Communication Manager PT Sinar Sosro, saat berkunjung ke Sriwijaya Radio bersama dua rekannya lagi, Mumtaz Fadilla sebagai Asisten Media Analist Mgr, dan Adriansyah selaku Marketing Suport manager Kantor Penjualan Wilayah Sumselbabel.  Kunjungan yang dilakukan merupakan kegiatan rutin PT Sinar Sosro, ke beberapa kota besar di Indonesia.  Mumtaz Fadila yang akrab di sapa Dila ini mengatakan kalau ke Palembang baru pertama kali, tetapi takjub dengan kemajuan kota Palembang yang sangat pesat.  Sementara Sriwijaya Radio adalah salah satu radio lokal pertama yang dikunjungi oleh Tim PT Sinar Sosro. “ kita tau Sriwijaya Radio dari rekan kita di Jakarta, tapi pas dateng ke sini rasanya kayak udah lama kenal” jelasnya. Sementara Adriansyah selaku Marketing Suport manager Kantor Penjualan Wilayah Sumselbabel mengatakan, sudah tidak asing lagi dengan Sriwijaya Radio, “ dulu kita sering main ke Sriwijaya Radio, waktu kantornya masih di Kasnariansah, suka saya dengerin Sriwijaya Radio soalnya adem, terus lucu bikin ngak bosen” Ungkapnya.  Dalam pertemuan ini juga mereka meminta beberapa program dari Sriwijaya Radio sebagai penguat informasi bagi mereka, sebab menurut mereka Sriwijaya Radio memiliki keunikan tersendiri sebagai radio lokal, selain cara bersiaran menggunakan bahasa daerah,  juga menjadikan sosial media sebagai sarana pas untuk menggaet pendengar, terus juga sangat up date dengan informasi sebab websitenya selalu ada informasi baru, kemudian   karena menggunakan nama makanan sebagai nama program,  ini dianggap pas dengan Teh Sosro yang memang sangat populer dengan ungkapan “ apapun makanannya minumannya tetap teh botoh Sosro”.  Sebelum melakukan pembicaraan lebih dalam, Operational Manager Sriwijaya Radio, yang didampingo oleh Program Director Novita Dini, dan AE Sriwijaya radio M Amin, menjelaskan kalau semua nama di program acara sriwijaya radio ini memiliki filosofinya, jadi bukan hanya sekedar nama unik, sebab nama itu akan lebih indah bila memiliki arti yang baik, “ nama kita ini memang unik unik ya, kadang ada yang bilang jadi kayak kedai, tapi itu dio semua nama program disini memiliki filosofi semua mbak” jelas Feri Kristian yang akrab disapa Mang Bas. C’Mar


BP NAYAKA ERA HUSADA TERUS DUKUNG PROGRAM JKN



Sriwijaya Radio-Palembang, Sejak Januari 2014, pemerintah mulai memberlakukan sistem jaminan sosial yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai lembaga pengelolanya.  Program  JKN sendiri adalah  tindak lanjut dari Perpres no 12 tahun 2013, tentang jaminan kesehatan, dan PP 101 tahun 2012, tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan merupakan amanat dari UU no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Saat ini Jaminan Kesehatan Nasional terus melakukan perkembangan dan perbaikan di segala 
sektor, karena tujuan dasar dari program ini adalah
mensejahterakan masyarakat, terutama untuk masalah jaminan kesehatan. “ Agar semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik, JKN dengan badan penyelenggaranya BPJS Kesehatan terus melakukan perbaikan di segala bidang, mulai dari memperbanyak mitra dari klinik untuk faskes pertama hingga rumah sakit, hal itu dilakukan agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional tetap mendapatkan yang terbaik”, kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Palembang, dr. Sudarto

Karena bersifat mensejahterakan masyarakat dalam hal kesehatan, membuat Balai Pengobatan Nayaka Era Husada langsung mendukung program ini, dan menjadi mitra sejak tahun 2014, atau sejak digulirkannya program Jaminan Kesehatan Nasional oleh pemerintah.  Menurut  Kepala Cabang BP Nayaka Era Husada 02, Hasni Yuliati , saat ini di BP Nayaka 02 sudah ada  4500 peserta JKN, atau pemegang kartu BPJS Kesehatan, yang menjadikan Nayaka sebagai faskes  pertama.  Tentunya menurut Hasni, ini sangat diapresiasi, sebab banyak peserta yang mempercayakan BP Nayaka Era Husada sebagai tempat pertama mereka melakukan pemeriksaan kesehatan. “ setiap hari sedikitnya 30 sampai 40 pasien peserta JKN yang berobat, semua kita layani dengan baik tanpa ada perbedaan dengan pasien umum” katanya.  Ia juga mengatakan kalau program JKN ini sangat luar biasa, karena masyarakat sangat dimudahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.  Meski demikian bukan berarti dirinya tidak menerima keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di faskes pertama, “ JKN ini program pemerintah yang sangat baik, tetapi tetap saja masih banyak orang yang tidak mengerti prosedur menggunakan asuransi milik pemerintah ini”, ungkapnya.  Menurutnya saat ini banyak peserta JKN yang datang ke faskes pertama langsung meminta rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ke rumah sakit tebaik atau dokter spesialis, padahal untuk memberikan rujukan, faskes pertama itu harus mentaati prosedur yang sudah di berlakukan oleh BPJS kesehatan dan di sepakati bersama. “ dokter di BP kita kadang juga bingung soalnya banyak pasien peserta JKN datang langsung mau minta rujukan, bukan ngeluh sakitnya apa, untuk rujukan  ada prosedurnya, ngak boleh sembarangan, karena kalau lalai , biaya si pasien di rumah sakit atau tempat ia berobat berikutnya bisa-bisa kita yang tanggung, dan kalau sembarangan memberi rujukan kita juga bisa kena tegur oleh BPJS Kesehatan ”, jelasnya . Ia juga menjelaskan ada 155 indikasi medis yang diterapkan oleh BPJS kesahatan harus ditangani oleh faskes pertama, kalau terindikasi perlu mendapatkan tindakan medis lainnya  , baru di berikan rujukan.  Sementara bila si pasien sakitnya parah bisa langsung ke UGD. Untuk pasien BPJS kesehatan yang berobat ke BP Nayaka Era Husada 02, lebih banyak terindikasi ISPA, dan semuanya mendapatka pelayanan kesehatan dengan baik, obat yang diberikan juga dalam bentuk kemasan. “ semua pasien peserta JKN kita layani dengan baik, kalau ngak baik silahkan lapor, kita ada nomor HP untuk memberikan saran dan kritikan atau laporan yang tidak menyenagkan terkait pelayanan, cuma kita menyarankan atau sedikit kasih masukan untuk BPJS Kesehatan agar memberikan edukasi lagi terutama bagi peserta mandiri, biar mereka lebih mengerti prosedur berobat menggunakan JKN” jelasnya.
Sementara terkiat masalah isu yang berkambang bahwa tagihan biaya kepada BPJS kesehatan sangat sulit, dibantah oleh Hasni, menurutnya selama ini pihaknya untuk urusan kapitasi sangat lancar, bahkan tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk pencairan. Sementara karena saat ini setiap hari banyak pasien peserta JKN, pihaknya menambah waktu berobat, mulai pukul 08:00 sampai pukul 19:00. “ kan sejak kita jadi mitra BPJS kesehatan untuk menerima pasien JKN, dan tidak ada keluhan  untuk urusan administrasinya, makanya kita menambah jam berobat kita, agar semua pasien yang ingin berobat bisa dilayani semua, apalagi per 1 April nanti iuran naik, ya kita juga harus menambah pelayanan kita menjadi lebih baik ke peserta JKN” tegasnya. C’Mar

BAHASA DAERAH TIDAK ADA NILAI EKONOMI


Kepala Balai Bahasa Sumsel, Aminullatif, S.E M.Pd

Sriwijaya Radio-Palembang.  Banyak masyarakat Sumatera Selatan terutama kalangan remaja tidak begitu suka menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerah mereka, karena dianggap tidak ada nilai dalam segi ekonomi dan politik. Hal itulah yang menyebabkan bahasa daerah semakin tidak populer di jaman sekarang ini, dan banyak orang yang lebih memilih mempelajari bahasa asing ketimbang bahasa leluhur mereka.  Kepala Balai Bahasa Sumsel, Aminullatif, S.E, M.Pd mengatakan , kalau pihaknya bekerja keras untuk terus bisa melestarikan bahasa daerah dengan cara membuat kamus bahasa daerah, meskipun tugas Balai Bahasa adalah pembinaan bahasa Indonesia “ sedih memang kalau melihat generasi sekarang, mereka lebih mempelajari bahasa asing ketimbang bahasa ibu, seharusnya ini menjadi perhaian serius pemerintah daerah,soalnya bahasa ibu itulah yang menjelaskan asal usul kita” jelasnya.  Ia juga mengatkan banyaknya orang yang mengangap bahasa daerah ini tidak mendukung dalam segi ekonom , dan yang menggunakan bahasa daerah dianggap tidak kekinian menjadikan orang semakin enggan belajar bahasa daerah mereka. “ pelestarian bahasa daerah itu tugas utama pemerintah daerah, kalau Balai Bahasa hanya memberikan dukungan SDM” ungkapnya.  Menurut nya di  Sumatera Selatan baru OKU Timur dan Pagaralam yang berinisiatif menjadikan bahasa daerah sebagai salah satu muatan lokal di sekolah, sementara kabupaten kota yang lain belum terlihat gerakannya.  “kebijakan pemerintah ini belum ada untuk peelstarian budaya, kalau sudah ditegaskan dan di wajibkan setap sekolah sekabupaten kota menjadikan bahasa daerah kurikulum, tentunya bahasa daerah akan terus lestari di masyarakat” katanya. C’Mar

MAHASISWA MINTA DENSUS 88 DIBUBARKAN



Sriwijaya Radio- Palembang.  Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan, siang tadi (21/03/2016) melakukan long march di sepanjang jalan Jendral Sudirman .  Dalam aksinya mereka meminta Densus 88 untuk di bubarkan, karena dianggap tidak manusiawi menangkap orang tanpa alasan hanya karena membawa Al Quran dan menantang Tuhan. Koordinator Aksi Gerakan Mahasiswa Pembebasan Iman Sadeli mengatakan, apa yang dilakukan Densus 88 diluar batas kewajaran karena sudah menangkap orang tanpa alasan  dengan dalih  menjaga keamanan negara. “ densus 88 itu sudah sangat diluar batas kewajaran, mereka menantang Tuhan, orang membawa Al  Quran kok di tangkap , itu menghina agama” ungkapnya.
Dalam aksinya mereka juga membuat kesimpulan kalau Densus 88 menciptakan opini buruk tentang Islam, membuat keresahan juga menyakiti hati kaum muslim. Belasan mahasiswa ini dalam aksinya tidak menimbulkan kemacetan karena dikawal oleh aparat kepolisian. C’Mar