Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

MENTERI PU PERA : TOL LAMPUNG - PALEMBANG JADI PRIORITAS

Sriwijaya Radio, Palembang - Pembangunan jalan tol Lampung - Palembang sepanjang 148 km menjadi prioritas utama, dalam rangka menyambut Asean Games 2018.

Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat , Basuki Hadimuldjono.

"Dari Merak, Bakauheni sudah 2 km dikerjakan. Sementara, pembangunan tol arah Lampung sedang dikerjakan 10-15 km. Kita harus optimis pembangunan ini akan selesai sesuai targetn, yakni sebelum Asean Games 2018. Saya pribadi sangat mengapresiasi Gubernur Sumsel dan Gubernur Lampung yang bersinergi dengan baik untuk mempercepat proses pembebasan lahan, demi mencapai target tesebut," ujarnya.

Pembebasan lahan sendiri yang sudah dilakukan menggunakan dana APBN sebesar 20 miliar.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin juga menuturkan, pembangunan tol ini merupakan wujud nyata konektifitas di Pulau Sumatera.

"Saya pastikan, pembangunan tol Bakauheni-Tebanggi-Pematang Panggang-Kayuagung-Palembang-Tanjung Api-api akan selesai sebelum Asean Games 2018," tegasnya.

Sementara, Tol Palindra sepanjang 24,5 km, akan dikerjakan dengan teknologi terbaru, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa lebih hemat dibanding dengan teknologi biasa.

"Teknologi vacuum ini ditemukan di China, dan sudah berhasil. Akan kita lakukan di titik 0 sebanyak 3.000 meter dahulu sebagai percobaan, dipompa selama 4 bulan. Saya optimis ini akan berhasil, mengingat jika menggunakan teknologi lama, maka penurunan selama 20 tahun bisa mencapai 2 meter. Ditargetkan selesai awal tahun depan," tukasnya.

Alex juga menyampaikan, untuk di titik ujung tol di kawasan depan Universitas Sriwijaya, interchange sudah bisa dibangun karena kontur tanah sudah kering. Ditargetkan pula, pengerjaan ini akan selesai di bulan Februari 2016.

"Dengan semua target tersebut, nantinya tol sudah bisa diuji coba 5 km," tegasnya.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

KEMARAU, WASPADAI KEBAKARAN DI PEMUKIMAN

Musim kemarau, musibah kebakaran patut diwaspadai, terutama dikawasan pemukiman padat penduduk.

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Palembang mencatat,  bulan Juni lalu jumlah bencana kebakaran di Kota Palembang memencapai angka tertinggi selama dua tahun terakhir.

Tercatat, sebanyak 24 kejadian kebakaran di pemukiman di bulan Juni lalu yang berhasil ditangani BPB-PK Palembang.

Kepala BPB-PK Palembang, Edison mengatakan, jumlah tersebut sangat tinggi dibanding bulan lainnya, karena total kejadian tersebut belum termasuk kebakaran lahan yang banyak terjadi di kawasan perbatasan.

"Oleh karena itu, di musim kemarau ini, masyarakat harus lebih waspada, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja," kata Edison kepada Tim Sriwijaya Radio.

Sedangkan, untuk Juli ini, pihaknya belum mencatat keseluruhan, meski peristiwa kebakaran sudah banyak terjadi.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

PULUHAN WARGA KORBAN KEBAKARAN BUTUH BANTUAN



Sriwijaya Radio- Palembang , Siang kemarin (29/7/2015)cuaca sangat panas di kota Palembang, karena kondisi alam yang tidak begitu bersahabat, banyak masyarakat Palembang, mengurangi aktifitas diluar rumah, begitu juga yang dilakukan oleh warga padat penduduk, di lorong Firma H Akil , 3-4 Ulu Palembang.  Tetapi sekitar pukul 12:15 , tiba-tiba kawasan itu ramai akibat dikejutkan dengan puluhan rumah terbakar.  Angin tidak begitu kuat berhembus saat itu, dan puluhan warga di bantu petugas kebakaran beramai-ramai memadamkan api, tetapi karena banyak rumah terbuat dari kayu, dengan cepatnya dilahap si jago merah. 
Akibat dari musibah ini sedikitnya 49 rumah terbakar dan sekitar 500 jiwa kehilangan tempat tinggal.  Camat SU I, Novran Kurniawan, SSTP,  mengatakan  untuk sementara api di duga berasal dari korsleting listrik, di salah satu rumah warga yang terbakar. " kita belum tau pasti peyebab api dari mana, api cepet berkobar bukan karena penanganan yang lambat, tapi memang mobil kebaran sangat susah menjangkau lokasi titik api akibat akses jalan yang sulit di jangkau mobil" jelasnya.  Novra juga mengharapkan pemerintah dan pihak terkait segera cepat bertindak untuk menolong warga korban kebakaran, sebab banyak warga yang tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka akibat api yang sangat cepat berkobar.

Reporter   : C, Mar



FOTO KEBAKARAN

Kebakaran terjadi di kawasan lorong prima kelurahan 3-4 ulu, kecamatan SU 1 Palembang, Rabu siang (29/7) sekitar pukul 12.30.

VAKSIN MENINGITIS UNTUK CJH

Sebanyak 65 orang Calon Jemaah Haji (CIH) mengikuti
tes kesehatan tahap kedua di Puskesmas Merdeka, Selasa (28/7).

Adapun tes lanjutan kesehatan ini meliputi tes umum, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), rontgen paru-paru, tes darah, kolesterol, gula darah, asam urat, dan urine.

Kepala Puskesmas Merdeka Dr Desky Aryani M Kes menyatakan, dalam pemeriksaan tahap kedua ini pemeriksaan dan pemberian vaksin Meningitis dan influenza kepada CJH, yang sebelumnya pada tahap pemeriksaan kesehatan pertama sudah diberikan vaksin Pneumonia (Radang Paru-Paru) .

Mengenai biayanya sendiri, hal tersebut sudah diatur dalam Perwali (Peraturan Walikota) yang dikenakan kepada CJH.

"Untuk bayarnya sesuai peraturan Perwali. Tapi bagi CJH yang jalani tes lanjutan, harus keluarkan biaya tambahan,"ungkapnya.

Menurutnya, rata-rata setiap jamaah tersebut diperiksa selama 10-15 menit, khusus CJH yang perlu pemeriksaan lanjutan, mereka harus bersabar karena butuh waktu tambahan.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

RENOVASI MONPERA DILANJUTKAN

Sriwijaya Radio, Palembang - Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) akan kembali dilanjutkan finishing renovasinya.  Finishing monumen akan dilanjutkan dengan menutup monumen menggunakan pagar seng agar pembangunan lancar.

" Sepertinya akan finishing renovasi Monpera akan dilanjutkan lagi sebab finishing yang sudah ada belum 100 persen ," ujar Kadis Tata Kota Palembang, Isnaini Madani, Senin (27/7).

Finishing yang belum dilanjutkan ada beberapa bagian yakni pemasangan air mancur menari, pembuatan bak taman dan anjungan selfie di atas monumen. Hanya saja untuk pembangunan anjungan selfi di atas monumen belum akan dilakukan tahun ini karena terbatas anggaran. Finishing Monpera tetap mengacu pada desain awal dan tidak mengami perubahan.

Selain fokus pada finishing monumen, bakal ditata pula area di sekitar museum Sultan Mahmud Badaruddin II agar lebih rapi dan tertata lebih baik. Nantinya Monpera bakal terintegrasi langsung dengan museum sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Saat berkunjung ke Monpera pengunjung akan langsung terhubung dengan museum sehingga aset budaya dan sejarah perlawan perang itu bisa lebih ramai dikunjungi wisatawan.

" Jalan penghubung di antara museum dengan Monpera agar bisa terintegrasi ," jelas Isnaini.

Beberapa bangunan di sekitar museum juga bakal di tata kembali. Jika ada bangunan yang dirasa tidak perlu akan dibongkar dan bangunan yang diperlukan akan dibangun ulang sedemikian rupa agar tidak menutupi bangunan induk museum.

" Desiannya sudah disiapkan tapi realisasinya dikoordinasikan dengan SKPD berkaitan dan dengan Bappeda selaku dinas perencana pembangunan daerah ," ujar mantan Ketua IAI Sumsel itu.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

PENJUALAN BENDERA MERAH PUTIH MASIH SEPI PEMBELI

Sriwijaya Radio, Palembang - Euforia menyambut hari kemerdekaan sudah terasa. Salah satu bukti, banyak penjual bendera merah putih musiman,  memenuhi setiap trotoar di Kota Palembang.

Meski begitu, nyatanya pasar bendera masih sepi pembeli. Hal ini diungkapkan salah satu penjual bendera, Gugun (30) yang berjualan di trotoar kiri di kawasan Jalan Angkatan 45 Palembang mengatakan, meski sudah sudah berjualan sejak 2 minggu yang lalu, namun minat pembeli masih sedikit.

"Biasanya memang memasuki awal bulan Agustus penjualan baru meningkat," ujarnya.

Peningkatan biasanya mencapai angka 10 kodi bendera terjual dalam 1 hari. Ini jauh meningkat dibanding saat ini yang terjual hanya 1-2 potong bendera saja.

"Tetapi, jika dibandingkan dengan kota-kota sebelumnya tempat saya berjualan dahulu, disini bisa 9 kali lipat lebih banyak. Bahkan bisa terjual hingga 60 kodi bendera," ujarnya.

Berbagai bentuk bendera di jual Gugun, antara lain bentuk bendera persegi, bandir, bakron dan umbul-umbul. Sementara, bendera persegi disediakan mulai dari ukuran 90 cm hingga 1,8 meter.

Harga yang ditawarkan juga beragam. Untuk umbul-umbul, dibanderol mulai dari Rp 30 ribu, bandir Rp 60 ribu, dan bakron mulai Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu.

Dipaparkan Gugun, pembeli banyak dari kalangan perkantoran pemerintahan dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar