Slider

INFO WARA WIRI RTMC POLDA SUMSEL :: Jam 08.00 Pagi, Jam 12.00 Siang, Jam 16.00 Sore ETNIKOM UNTUK INDONESIA...SETIAP SENIN - JUMAT PUKUL 10.00 - 12.00 WIB DI JARINGAN MEDIA ETNIK INDONESIA ::

Video

News

Musik Selebritis

Kuliner

Tips

Wisata Budaya

Gallery

SAMBUT LEBARAN, BSB KUCURKAN 600 MILIAR

Sriwijaya Radio, Palembang - Demi memenuhi kebutuhan nasabah menyambut hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 17 Juli mendatang, Bank Sumsel Babel (BSB) menyiapkan dana sebesar 600 miliar, yang tersebar di 275 gerai atm Bank Sumsel Babel diwilayah Sumsel dan Babel.

Direktur operasional BSB, Mertolihan mengatakan, pihaknya memantau penuh gerai atm, supaya masyarakat tidak terkendala penarikan uang.

"Biasanya, peningkatan penarikan tabungan nasabah akan deras di H-7 Lebaran. Nantinya, setiap atm akan terisi Rp 500 juta," kata Mertolihan kepada Tim Sriwijaya Radio, saat menggelar media gathering sekaligus buka puasa bersama di Bukit Golf Resto, Senin (6/7) kemarin.

Selain persiapan dana, BSB juga menyiapkan berbagai kejutan khusus untuk nasabah, yakni nasabah yang melakukan pembukaan rekening tabungan dengan minimal setoran awal Rp 1 juta, atau aktivasi sms banking BSB, makan akan diberikan bingkisan menarik.

Sementara, promo Ramadhan dengan menggunakan kartu debit BSB, akan mendapatkan diskon up to 50 persen di berbagai merchant di berbagai tempat.

Menilik kinerja BSB, untuk semester pertama di tahun 2015, mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ini bisa dilihat dari Laba yang diperoleh, yakni sebesar Rp 211 miliar di semester I tahun 2015. Angka ini naik 14 persen hingga akhir Juni 2015, dibanding periode tahun lalu Rp 185 miliar.

Selain itu, peningkatan target BSB dari penyaluran kredit BSB tetap tumbuh di semester pertama tahun ini, yakni meningkat sebesar 10,6 persen dari Rp 10,4 triliun di semester I tahun 2014, sehingga menjadi Rp 11,5 triliun di semester I tahun 2015. Sementara, kualitas NPL berada dibawah 3 persen, yakni sebesar 2,34 persen di akhir Juni 2015.

"Saat ini nasabah BSB sudah mencapai angka 2 juta nasabah. Angka ini membuktikan kepercayaan masyarakat kepada BSB yang semakin meningkat," ungkap Mertolihan.

Aset BSB sendiri hingga akhir Juni 2015, sudah mencapai angka 20,9 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 13,6 persen dibanding aset tahun lalu di akhir Juni 2014, yakni sebesar 18,4 triliun.

Lebaran nanti, outlet kantor cabang pembantu dan kas BSB tetap akan dibuka, demi melayani nasabah yang masih membutuhkan layanan bank.

"Menyambut hari raya, peningkatan kebutuhan dana bisa mencapai 200 persen dari hari biasa. Dan kami menjamin keamanan di semua outlet dan gerai atm BSB yang ada, dengan bekerjasama dengan pihak ketiga," ujar Mertolihan.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

PADUAN KATUN JEPANG DAN TOBOYO JADI MUKENA CANTIK

Sriwijaya Radio, Palembang - Demi menyambut hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 17 Juli mendatang, berbagai persiapan menuju hari kemenangan sudah diburu, bahkan sejak awal Ramadhan dilalui.

Salah satunya, mukena yang akan  digunakan untuk sholat Idul Fitri. Berbagai macam pilihan bahan dan motif mukena, dijual dimana-mana. Namun, saat ini, mukena katun jepang sedang tren, khususnya di Kota Palembang.

Salah satu produsen mukena katun jepang, yakni Nyayu Helen Kurnia (30). Ia memulai debut usaha mukena baru pada Maret lalu, untuk kemudian iseng menawarkan mukena katun jepang bermodalkan Blackberry Mesengger dan media sosial Facebook.

"Bahan katun Jepang ini nyaman digunakan karena dingin dan tidak mudah kusut. Selain itu, bahan ini terbilang cantik karena motif aslinya bunga cerah," ujarnya, ketika ditemui di kawasan Kertapati Palembang, Senin (6/7).

Atasan mukena dibuat dari bahan katun jepang asli, dan bawahan mukena berbahan katun toboyo. 

Hingga awal Juli saja, tercatat Helen sudah menjual lebih dari 250 stel mukena. "Kebanyakan para ibu yang memesan mukena ini, minta dibuatkan couple dengan anak perempuannya," paparnya.

Berbagai warna ditawarkan, mulai dari warna coklat, pink, hijau, biru dan kuning, dengan pilihan motif bunga cerah dan polkadot.

Untuk satu mukena dewasa (jumbo), dibanderol seharga Rp 250 ribu, mukena anak usia 3-5 tahun Rp 150 ribu, dan mukena anak usia 8-12 tahun Rp 200 ribu.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

RSIA YK MADIRA TIDAK MEMBEDAKAN PASIEN BPJS



Sriwijaya Radio. Palembang- “ Selamat Pagi” sapa Direktur RSIA YK Madira , dr.Yuri Kamila, SpOG,MSc,  dengan ramah saat pertama kali bertandang di Sriwijaya Radio, untuk mengisi talk show bertemakan USG Kandungan (3/7/2015).  Menurut dr. Yuri USG saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, dan tentunya merupakan sesuatu yang baik di dunia medis, dengan USG orang tua bisa mengetahui perkembangan bayi secara berkala.  Di YK Madira USG 4 Dimensi sudah lama ada, dan USG menurutnya tidak perlu ditakuti oleh para orang tua, karena USG bukan sesuatu yang berbahaya dan tidak membahayakan janin.  “dengan  USG kita bisa lihat perkembangan buah hati kita  loh, bahkan bisa melihat betapa lucunya janin didalam perut ibu” ujar dokter yang mendapatkan gelar  Master Of  OBGYN Ultrasound From Dubrovnik International University (DIV), di Croatia.
“ bisa tidak melakukan pemeriksaan kehamilan di YK Madira menggunakan asuransi BPJS” ujar Anis salah satu penelepon yang tinggal di Bukit Besar.  Menurut dr. Yuri Kamila RSIA YK Madira menerima pasien Umum , BPJS dan asuransi lainnya dengan tidak membedakan fasilitas. “ semua pasien yang berobat kita layani sesuai dengan kelasnya, terutama yang menggunakan asuransi, tidak ada pembedaan, karena kami berusaha memberikan pelayanan terbaik” jelasnya. Ia juga mengatakan bila pasien sudah menggunakan jalur dan prosedur yang benar tentunya akan sangat dilayani dengan baik, bahkan saat ini YK Madira untuk pasien pengguna BPJS sudah bisa melakukan pengobatan untuk THT, penyakit dalam, jantung, mata,syaraf,kandungan,anak,dan juga rehabilitasi medis. “insyaalah yang datang membutuhkan pertolongan medis di YK Madira akan kami layani dengan baik, karena itu sesuai dengan motto kami yaitu pelayanan berkualitas dengan kepedulian tinggi” ungkapnya dengan senyum saat mengakhiri talkshow di Sriwijaya Radio.

Reporter : Cek Mar

NASTAR DAN SEMPRONG MASIH JADI PRIMADONA

Sriwijaya Radio, Palembang - Meski Ramadhan masih tersisa 2 minggu lagi, nyatanya euforia menyambut hari raya Idul Fitri sudah terasa.

Tak terkecuali untuk urusan kue lebaran, mulai dari kue kering hingga kue basah dan aneka snack, sudah dijajakan di pasar-pasar dan mall di Kota Palembang.

Salah satu lokasi produksi kue kering lebaran, yakni Toko Cahaya Baru di kawasan Jalan Sianjur II Lemabang Palembang. Sekitar 33 jenis kue kering khas hari raya ada disini, sebut saja Kue Bangkit, Semprong, Lidah Kucing, Nastar, Rentak, Kembang Sagu, Putri Salju, hingga Kue Satu.

Harga yang ditawarkan, berkisar dari Rp 42 ribu hingga Rp 84 ribu per kilo nya, sedangkan per bungkus ditawarkan dengan harga Rp 21 ribu hingga Rp 80 ribu.

Pengelola toko, Nana mengatakan, jika ramai seperti sekarang ini, dalam sehari mereka bisa menjual hingga 50 kg kue.

"Permintaan kue sudah ramai sejak hari ketujuh Ramadhan. Dan puncaknya biasanya ada di H-7 lebaran," jelasnya.

Selain kue tradisional yang masih digemari, turut disediakan pula berbagai kue modern, seperti Stick Coklat, Skippy, Havermuth Cookies, dan Mawar Sukade.

Selain kue, snack lebaran juga turut diburu masyarakat, antara lain astor, emping, berbagai jenis kacang, stick balado, pang pang, bola pelangi dan bermacam varian manisan. Snack sendiri biasanya disediakan untuk anak-anak.

Di tahun ini, kue Nastar dan Semprong masih menjadi primadona. "Dalam sehari, kedua jenis ini bisa laku lebih dari 20 kg. Meski harga-harga kue naik Rp 2000 hingga Rp 4000 per kg dari tahun kemarin," papar Nana.

Nastar sendiri terdiri beberapa varian, yakni Nastar Keju, Nastar Polos, Nastar Sukade, dan Nastar spesial, yang  dibanderol seharga Rp 82 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram, atau Rp 41 ribu hingga Rp 80 ribu per bungkus.

Sedangkan Semprong sendiri memiliki 2 varian rasa, yakni Tapel / Semprong Gulung Wijen dan Semprong Gulung B, yang dijual seharga Rp 70 ribu dan Rp 56 ribu per kilogram, atau seharga Rp 35 ribu dan Rp 28 ribu per bungkusnya.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

PROGRAM SEJUTA RUMAH, BTN SIAP SALURKAN KREDIT

Sriwijaya Radio, Palembang – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menyalurkan pembiayaan untuk program sejuta rumah bagi pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Palembang hingga Rp 450 miliar.

Branch Manager BTN Kantor Cabang Palembang, M. Adrian Syahbandi, mengatakan pihaknya memang sedang menyasar pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

“Selain untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), program itu juga ditujukan kepada PNS yang belum memiliki rumah dan masuk dalam kriteria program,” katanya, Kamis (2/7).

Dia mengatakan perseroan menargetkan dapat menyalurkan kredit untuk rumah bersubsidi itu sebanyak 4.500 unit bagi PNS di Pemkot Palembang, adapun jumlah pegawai di kantor pemerintah itu mencapai 14.000 PNS.

Adrian menegaskan pihaknya optimistis fasilitas pembiayaan itu dapat cepat diserap oleh PNS karena memiliki banyak kemudahan yang diberikan, terutama terkait suku bunga dan uang muka.

“Untuk program ini suku bunga yang dipatok hanya 5% dengan uang muka 1% dan jangka waktunya bisa mencapai hingga 20 tahun,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi penyerapan, selain menyambangi 17 kabupaten/kota di Sumsel, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)selaku developer untuk perumahan MBR tersebut.

“Kami tidak menemukan banyak kendala karena kami memperkuat koordinasi dengan penyuplai rumah, yaitu REI dan Apersi),” katanya.

BTN Cabang Palembang sendiri menargetkan bisa membiayai kredit untuk 12.000 unit rumah di seluruh Sumsel, namun hingga kini realisasinya baru mencapai 3.000 unit.

Pembiayaan rumah MBR itu mendominasi portofolio produk kredit perumahan rakyat (KPR) perseroan di Palembang di mana mencapai sekitar 80% -- 85%.

Sementara itu, Plt Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan pihaknya menyambut baik tawaran BTN untuk menyalurkan pembiayaan kepada PNS yang ingin memiliki rumah dari program sejuta rumah tersebut.

“Kalau bisa nanti akan diperkuat dengan penandatanganan MoU antara pemkot dan BTN terkait pembiayaan ini,” katanya.

Menurut dia, program tersebut cocok untuk PNS golongan 2 dan sudah memenuhi persyaratan, seperti belum punya rumah.

Pemkot sendiri akan mendukung pengembangan rumah murah di Palembang dengan berbagai cara, salah satunya mempercepat infrastruktur dan akses menuju lokasi perumahan. Harnojoyo mengemukakan, ketersediaan lahan untuk pengembangan rumah murah di kota itu masih terbuka luas.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar

PRODUKSI KUE LEBARAN DI PALEMBANG


DHANI : SUDAH TAKDIR KAK DIAN SEPERTI INI

Sriwijaya Radio, Palembang - Meski awalnya terlihat tegar, nyatanya ketika peti jenazah tiba di kediaman keluarga, tangisan satu per satu jatuh tak terbendung. Sang Ibu, Nani menjerit perlahan memanggil nama Letda PnB Dian Sukma Pasaribu (25), co-pilot pesawat Hercules yang jatuh di Medan, Selasa (30/6), saat jenazah sudah diletakkan diruang tamu rumah, Rabu (1/7) malam.

Jenazah disemayamkan semalam, dan dimakamkan pagi ini, Kamis (2/7) di TPU Kandang Kawat. Dian pergi meninggalkan kedua orangtuanya, Arfani dan Nani, serta kedua orang adik laki-laki, Andi Wijaya Kesuma (21) dan Dani Gemilang Kusuma (18). Selain keluarga, Dian juga meninggalkan sang kekasih hati, Bripda Putri Inka Mutiara.

Sang adik bungsu, Dhani menuturkan kenangan bersama kakak tercinta. Ya, sosok tegas, berwibawa namun seringkali usil mengganggu adik-adiknya itu kini telah tiada.

"Dari kecil, kakak (Dian, red) seringkali mengajak bermain, dengen mengusili kami. Ini yang sangat kami rindukan," tuturnya haru.

Dhani juga menceritakan, sang kakak sangat bangga dengan pekerjaannya sebagai anggota TNI AU.

"Setiap berbicara di telepon, maupun ketika ia pulang kerumah, ia selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya sejak pendidikan hingga akhirnya dilantik di Jogjakarta. Dengan penuh semangat, ia selalu bercerita pengalaman di berbagai daerah yang ia kunjungi, seperti di Papua. Sudah takdirnya, jalan hidupnya untuk kemudian gugur dalam menjalankan tugas".

Dian sendiri sempat mengenyam bangku kuliah selama 5 semester di Universitas Sriwijaya, sebelum akhirnya dinyatakan lulus PSDP Penerbangan dan meninggalkan pendidikannya di Palembang.

" Kak Dian pernah dua kali mengikuti tes Akademi Militer, namun kedua nya gugur. Dan ketika mengikuti PSDP Penerbangan, kak Dian langsung lulus," ujar Andi, menimpali cerita sang adik.

Sayang, cita-cita sejak kecil itu, menjadi jalan terakhirnya di dunia. Pesawat Hercules yang ditumpanginya bersama 122 orang korban lainnya, jatuh di pemukiman penduduk, Jalan Jamin Ginting, Medan Sumatera Utara.

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar