Header Ads

GADIS SMP DI PERKOSA DI RUMAH KOSONG SAAT CLASSMEETING

Salah satu ruangan kelas SMP N 6 Palembang
Sriwijaya Radio, Palembang - Kasus Lala alias RA Nabila (14),  siswi kelas 8 SMP Negeri 6 warga Jalan Pangeran Antasari Kelurahan 14 Ilir Kecamatan IT I Palembang yang melapor ke Polresta Palembang, terkait perkosaan yang dialaminya sekitar sebulan yang lalu, mencuat begitu cepat bagai asap. Perkosaan ini diklaim korban dilakukan oleh 12 tersangka, salah satunya adalah adik kelas Lala, Sony.


Dalam laporannya, Lala mengaku diperkosa secara bergilir dengan disekap dan ditutup matanya serta dengan posisi tangan dan kaki yang dipegang paksa. Kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa pada awal Desember 2014 lalu di kawasan 15 Ilir di sebuah rumah kosong sekitar pukul 11.00, saat sekolah sedang Clasmeeting. Lala dan para pelaku pemerkosa, tergabung dalam komunitas suporter SFC Ultras yang bernama Busir (Brigata Ultras 15 Ilir). 

Berdasarkan temuan kasus tersebut, Tim Sriwijaya Radio menelusuri keseharian Sony, yang diakui korban memperkosanya pada giliran ketiga. Menurut salah satu teman sekelas Sony, sebut saja Al (14). Diakui Al, Sony seperti 'bos' diantara yang lain. Selain 'berkuasa' layaknya kepala geng, Sony juga sering memalak teman-teman sekolah. "Pokoknya Sony seringkali 'ngebos' kalau di sekolah," ungkapnya.

Disisi lain, Tim Sriwijaya Radio juga mendengar selentingan ungkapan salah satu teman sekelas Lala, yang bernama Lia. Saat Tim sedang memfoto bagian depan sekolah SMP Negeri 6 tersebut, Lia meneriakkan kalimat dengan logat palembang,"Tula, gara-gara betino cabe-cabean itu, sekolah kito dapet malu".

Lia menuturkan, Lala memang terlihat pendiam, dan tidak banyak ulah. "Tapi kalau disekolah dia 'kanji' yuk, suka bawa make-up," tuturnya polos. Selain itu, Lia yang saat mengobrol dengan Tim Sriwijaya Radio, juga dikeliling sekelompok teman lainnya, yang mendukung semua pernyataan Lia.
"Lala juga pernah dipanggil ke ruang BK, karena ketahuan minggat sekolah," paparnya.

Ketika ditanyakan perihal tersangka Sony, Lia menjawab," Omongan Lala berubah-ubah. Dia awalnya cerita ke saya, yang memperkosa ada empat orang, tapi kemudian bertambah jadi enam, delapan, dan mengaku ke polisi ada dua belas," tutur Lia. Ditemui secara terpisah, Wakil Kepsek SMP N 6, Trisman tidak mau berkomentar sedikitpun. "Saya dan guru-guru lainnya baru tahu permasalahan ini dari koran pagi tadi. Belum ada konfirmasi atau perintah apapun terkait hal itu, Kepsek juga sedang tidak berada ditempat. Jadi saya tidak bisa berkomentar," ujarnya singkat.
Lalu, bagaimana Lala bisa menghafal satu per satu pelaku pemerkosanya bahkan 'waktu gilir'-nya, padahal ia mengakui pada saat diperkosa, matanya ditutup paksa?

Reporter : Cek Rul
Editor : Cek Mar


Diberdayakan oleh Blogger.